Saat jiwa dan ragamu dibantai habis-habisan. Saat orang yang dulu kau puja, kembali menikam di tempat yang sama. Dan kini luka itu semakin menganga. . Aku terbangun tepat saat suara-suara itu terdengar sedang membicarakanku. Dengan mata yang enggan terbuka, otakku berkerja keras untuk mencerna semuanya. Kejadian yang membuatku berakhir di atas ranjang empuk dengan aroma ruangan yang menguar begitu familiar di indra penciumanku. "Bagaimana keadaan adik saya, Dok?" "Pak Vincen tenang saja, tidak ada masalah serius dengan kesehatan adik Anda." "Tapi, dia pingsan, Dok." "Itu karena daya tahan tubuhnya melemah karena kehujanan terlalu lama. Jangan khawatir, dia akan segera bangun setelah ini Dan jangan lupa berikan obat ini saat dia bangun nanti." "Baik, Dok." "Ingat jangan sampai

