Awal Dari Segalanya #1

2195 Words
Xynth terlihat muram malam itu di rumahnya saat menyantap makan malamnya bersama Rigel. Sesekali pria itu menghela napas, lalu kemudian kembali tenggelam dalam rasa frustasi. Sementara Rigel beberapa kali terlihat sengaja menghantamkan kepalanya ke meja makan dengan perasaan terpukul. Keduanya tidak bersuara sama sekali semenjak pulang dari orientasi hari pertama tadi. Antares sendiri ikut tenggelam dalam hening karena khawatir jika bersuara, ia akan langsung menjadi korban amukan keduanya. Sayangnya, diamnya Antares tidak berlangsung lama karena mulut pria itu sudah terlalu gatal untuk berbicara. "Dengar," seru Antares membuka percakapan ketiganya di meja makan. Namun belum sempat ia melanjutkan perkataannya, Rigel dan Xynth sudah memukul wajah pria malang itu dengan sinar mereka masing-masing. Kursi yang diduduki Antares sampai terdorong mundur sejauh dua puluh meter dan langsung menghantam dinding di sudut ruang makan. Antares kemudian bangkit lagi dengan susah payah dan membawa kembali kursinya ke meja makan sambil cengengesan. "Kalian benar-benart akan melampiaskan hari buruk kalian kepadaku?" tanya Antares dari kursinya. "Aku mengerti kalau Xynth sedang marah. Dalam seribu tahun ia di bumi -- atau dalam sepuluh juta tahun usianya-- ia baru pertama kali terpaksa beryanyi di depan umum," ucap Antares sambil menahan tawanya. "Tapi kau, Rigel," sambungnya lagi, "kelompokmu juga meraih poin enam dan memimpin klasemen. Kenapa kau terlihat lebih frustasi?" "Kau pikir aku hanya frustasi karena bernyanyi?" sela Xynth mendadak dengan raut wajah yang kesal. "Di hari pertama saja aku sudah dihukum para manusia itu untuk belari keliling lapangan. Lalu aku ditertawakan semuanya karena mereka menganggapku melukis di game kedua tadi. Tidak hanya itu, aku juga harus bernyanyi di depan mereka, lalu di ujung hari, aku menempati posisi terbawah klasemen manusia. Menurutmu, ada hal yang lebih membuat frustasi dibanding ini?!" Rigel tiba-tiba mengangkat wajahnya dari meja dengan aura suram. "Kau tahu rasanya menjadi pengarah pertama dan harus memeragakan istilah pirouette dalam olah raga balet? Kalian mungkin tidak melihatnya, tetapi aku bukan sekedar menari. Aku harus melakukan balet!" Xynth melongo seketika dan tawa Antares langsung menyembur keluar sampai membuatnya terpingkal-pingkal di kursinya. "Jadi pada akhirnya kalian berdua melakukan hal yang paling kalian benci, yaitu bernyanyi dan menari di depan umum?" ledek Antares sampai mengeluarkan air mata karena tertawa. Rigel segera menjerat Antares ke udara dan membantingnya ke lantai lagi dengan keras. "Hei, aku tahu kau anak panglima langit, tetapi usiaku lebih tua darimu! Setidaknya kau harus bersikap lebih sopan kepada yang lebih---" Grreeettt! Ikat Rigel semakin keras menjerat tubuh Antares dan membuat Antares sampai terbatuk-batuk. "Ba-baiklah, baiklah! Aku tidak akan membicarakan soal itu lagi," ucap Antares akhirnya menyerah menertawakan kedua temannya itu. Kini ia kembali ke kursinya setelah Rigel melepasnya dan langsung memandang ke arah mereka dengan serius. "Aku tahu pertandingan apa yang besok akan mereka mainkan," kata Antares mendadak. "Aku mendengar para senior mengatakannya saat mempersiapkan berbagai alat sebelum kita pulang tadi." "Pertandingan apa?" tanya Xynth dengan sorot mata tajam ke arah Antares. Posisi tim Xynth saat ini berada di klasemen terbawah bersama tim kuning yang sama-sama mengantongi poin tiga. Sementara tim Rigel dan Antares sama-sama memuncaki klasemen sementara dengan skor enam. Jadi jelas kali ini Xynth akan berusaha mengejar ketertinggalan timnya dengan lebih serius. "Perang," jawab Antares sambil melirik ke arah Rigel. "Timmu akan bertemu dengan tim Xynth kan besok? Wah, aku akan sangat bersemangat menonton kalian berdua bertemu nanti. Kebetulan besok mereka akan menggunakan sistem giliran, jadi aku bisa menonton pertemuan kalian besok." Rigel mengangkat alis matanya dan menatap ke arah Xynth. Jelas pertandingan nanti akan menjadi pertarungan sengit diantara keduanya, mengingat untuk ukuran kelompok usia mereka saat ini di langit, Xynth dan Rigel sama-sama merupakan yang terkuat. Xynth jelas adalah anak kaisar. Namun Rigel adalah anak panglima perang Kiklios yang bernama Sirius. Sejak kecil, Rigel sudah dilatih dengan keras oleh ayahnya untuk bertempur dan mengatur strategi perang karena kelak Rigel akan menjadi penerus jabatan panglima langit. Itu makanya ia diwajibkan menjadi pengawal Xynth karena selama ini pria itu diakui cukup kuat di langit. Dalam Kerajaan Kiklios sendiri, kasta tertinggi ada di tangan keluarga raja atau kaisar. Kasta tertinggi kedua ditempati bersamaan oleh keluarga panglima perang dan juga keluarga para tetua. Para tetua dibagi lagi menjadi dua, mereka yang menjadi peramal seperti Methuselah dan Betelgeuse, serta mereka yang menjadi penasihat kaisar seperti Sol. Bagi para manusia di bumi, Sol adalah matahari. Ia berusia sangat tua dan meski tidak terhitung sebagai yang paling kuat, ia menjadi sumber kekuatan bagi banyak makhluk hidup di luar kerajaan para bintang di langit. Karena sifatnya yang tenang dan bijaksana, seringnya para keluarga di lingkaran kaisar mendengarkan ucapan Pak Tua Sol. Antares sendiri adalah bagian dari keluarga bintang penghibur yang menempati kasta keempat. Ia adalah anak dari Arcturus. Pria itu menjadi salah satu pengawal putra mahkota karena meski berasal dari jajaran keluarga bintang penghibur, ia masih satu rumpun dengan para keluarga bintang tertua yang seringnya sejak dulu menjadi sahabat para kaisar langit. Di atas para bintang penghibur ada kasta ketiga yang ditempati oleh para tabib. Pemimpinnya bernama Vega. Vega sebenarnya berasal dari Kerajaan Andromeda. Namun sudah lama ia beralih ke Kiklios dan menempati posisi sebagai pengawal pribadi Alhine, ibu dari Xynth. Saat ini ia sengaja ditempatkan di bumi untuk menjaga Xynth yang sedang sakit. Kasta kelima sendiri ditempati oleh keluarga para dayang kerajaan. Pemimpinnya bernama Capella dan ia memiliki pasukan bintang yang paling banyak di langit sebagai pengikutnya. Langit sendiri sebenarnya terbelah-belah menjadi banyak kerajaan. Pada dasarnya Kiklios adalah kerajaan kedua yang terbesar setelah Kerajaan Andromeda. Namun Kiklios masih menjadi pusat dari berbagai kerajaan lain di langit karena rata-rata para bintang tertua yang sangat dihormati memulai segalanya dari kerajaan tersebut. Di bumi, para manusia selama ini menyebut Kiklios dengan kata Milky Way atau Galaksi Bimasakti. Kaisar Kiklios saat ini dipimpin oleh Alhine, ibu dari Xynth. Meskipun perempuan, Alhine hingga saat ini adalah sosok yang paling terkuat di seluruh kerajaan langit dan sangat ditakuti. Dua kerajaan terbesar, yaitu Kiklios dan Andromeda sendiri saat ini sedang terlibat dalam perang dingin. Semua bermula dari ayah Xynth yang bernama Zegerux. Ia adalah putra kedua dari Raja Andromeda yang bernama Moratar. Zegerux bukanlah Putra Mahkota Andromeda, tetapi pria itu menjadi kesayangan Moratar karena ia adalah bintang terkuat di seluruh langit saat itu. Ia dinikahkan dengan Alhine, satu-satunya keturunan keluarga raja yang tersisa saat itu di Kiklios, sebelum akhirnya diangkat sebagai Panglima Perang Kiklios. Masalah menjadi besar saat Putra Mahkota Andromeda tewas. Zegerux diangkat langsung menjadi putra mahkota baru Andromeda dan itu menimbulkan konflik dengan Kiklios. Hal itu dikarenakan bintang yang kelak akan Alhine dan Zegerux lahirkan nantinya, jelas akan menjadi putra mahkota dari dua kerajaan sekaligus dan potensial diperebutkan. Tidak saja penerus keduanya bisa menjadi raja dari Kiklios atau Andromeda sekaligus, ia juga berpotensi menjadi pusat seluruh komando perintah di langit yang paling kuat dalam sejarah mereka semua. Zegerux sendiri saat itu posisinya menjadi terjepit karena memang memiliki ikatan dengan dua belah pihak sekaligus. Konon, banyak yang mengatakan bahwa Alhine sendiri yang kemudian membunuh Zegerux dan mengambil alih kekuatannya sebelum melahirkan Xynth. Namun ada juga yang mengatakan bahwa pihak lain dari Andromeda yang membunuh Zegerux untuk menciptakan garis keturunan takhta baru di sana. Saat di mana Zegerux tewas dan anak mereka yang bernama Xynth lahir, sempat mengakibatkan masa hitam. Memori seluruh bintang di langit saat itu tentang mengapa Zegerux tewas, mendadak menghilang begitu saja. Hal itu juga menjadi misteri yang tidak bisa dipecahkan hingga saat ini. Hanya dua dari mereka semua, yaitu Alhine dan Methuselah, yang sebenarnya tahu benar apa yang terjadi. Namun setelah masa hitam hilang, Alhine mendadak berubah total. Wanita itu tidak mampu mengingat kejadian sebelum masa hitam sama sekali dan entah bagaimana berubah menjadi sangat kejam dan kuat. Sementara Methuselah mendadak juga mengalami mati suri dan belum pernah siuman hingga saat ini. Setelah masa hitam, Andromeda akhirnya resmi mengibarkan perang dingin dengan Kiklios dan mengeklaim Xynth sebagai milik mereka. Satu hal lagi yang mereka perebutkan setelahnya adalah pedang hitam milik Zegerux yang menghilang secara misterius. Pedang itu diduga telah direbut oleh Alhine dan disembunyikan oleh wanita itu di Kiklios. Namun Alhine jelas menolak untuk mengakuinya. Kerajaan lain, terutama Kerajaan Mata Hitam Messier, mengambil keuntungan dari konflik di antara keduanya. Mereka pun berusaha membunuh Xynth sebelum ia tumbuh menjadi tidak terkalahkan, agar mereka bisa memutus rantai kekuatan Kiklios yang merupakan pusat kendali perintah seluruh kerajaan di langit. Itu makanya saat ini Xynth disembunyikan di bumi oleh Alhine dan hanya dikelilingi oleh pihak-pihak yang paling dipercayainya. Untuk membuat Xynth tidak dapat dideteksi oleh para musuhnya, wanita itu harus menempatkan jiwa anaknya itu di dalam tubuh manusia untuk sementara waktu. Tentunya ini hanya sampai Xynth sudah menjadi yang terkuat di langit dan sinar kaisar langit muncul di dirinya. Selama ini Alhine melakukan segalanya untuk mengamankan nyawa anaknya, termasuk membunuh langsung para bintang lain yang berusaha memasuki bumi untuk mencari Xynth. Wanita itu memiliki jutaan kutukan langit terhadap dirinya akibat kerap membunuh tanpa berpikir panjang, tetapi ia tidak pernah peduli. Bagi sang kaisar, hidup anaknya saat ini berada di atas hidupnya sendiri dan ia akan melakukan apa pun untuk melindungi anaknya itu. Awalnya hanya ada lima pihak yang tahu bahwa Xynth ditempatkan di bumi. Mereka adalah Sol yang memang memiliki bumi, Sirius, Vega, Arcturus dan satu lagi Capella yang merupakan dayang kerajaan langit. Kelimanya adalah pihak-pihak yang paling dipercaya oleh Alhine di langit. Karena merupakan satu-satunya keturunan Methuselah, Betelgeuse sendiri akhirnya didatangkan Alhine ke bumi setelah itu untuk membantu ritual pertukaran tubuh Xynth dengan manusia. Sementara Rigel dan Antares didatangkan menyusul, untuk mengawal Xynth dan menghindarkan sang putra mahkota itu dari rasa kesepian di bumi. Baik Xynth, Rigel, dan Antares, memiliki usia yang hampir seumuran dan merupakan calon-calon pengganti ayah mereka sendiri di masa mendatang. Awalnya yang paling susah menyesuaikan diri dengan karakter Xynth adalah Rigel, sementara Antares adalah yang paling mudah mendekatkan diri dengan Xynth. Sama seperti Xynth, Rigel pun selalu dilatih untuk menjadi kuat dan itu membuat keduanya selalu bersaing sejak kecil. Xynth memiliki karakter arogan dan pemarah, sementara Rigel cenderung dingin, memiliki harga diri yang terlalu tinggi, dan kompetitif seperti Xynth. Sebenarnya ia tidak suka ditempatkan di bumi dan lebih memilih untuk berlatih perang di langit saja. Namun lama-lama keduanya justru menjadi dekat dan Rigel menjadi orang yang paling mengerti tentang Xynth hingga saat ini. Garis takdirnya sudah membuat Rigel menjadi pengawal sejati Xynth yang tidak saja sangat kuat, tetapi juga yang paling loyal. Sama seperti Antares. Meski ia adalah yang tertua di antara mereka dan paling sering menjadi korban siksaan Xynth dan Rigel, tetapi jika ada sesuatu yang penting menyangkut Xynth, pria itu bisa mendadak berubah menjadi sangat serius dan berbahaya bagi musuh-musuhnya. Ketiganya sering berlatih kekuatan secara bersama-sama sejak kecil dan sudah pernah hidup di berbagai negara di bumi. Hal ini dikarenakan calon tubuh manusia Xynth cenderung akan hadir secara acak di lokasi-lokasi yang tidak pernah sama. Ketiganya juga selalu mengikuti gaya kehidupan manusia secara bersama dan melakukan apa pun bersama-sama. Namun hingga saat ini, Antares sendiri tidak pernah tahu siapa yang lebih kuat di antara Xynth atau Rigel yang sama-sama memiliki darah petarung. Selama ini, Rigel biasanya selalu mengalah kepada Xynth. Sementara level kekuatan Xynth juga tidak pernah bisa diprediksi telah berkembang sampai sejauh mana. Itu makanya Antares sangat antusias melihat bagaimana Xynth dan Rigel akan bertemu di game kedua besok yang bertemakan perang. Sayangnya, Antares sudah terlanjur meminta mereka tidak menggunakan kekuatan asli mereka di masa orientasi kampus mereka. Jadi, sekalipun keduanya berhadapan, mereka hanya akan seperti dua manusia yang saling bertarung strategi saja. "Ngomong-ngomong, Xynth," ujar Rigel tiba-tiba. "Sepertinya kau sudah mulai bisa dekat dengan manusia lima belas." Antares mendadak teringat kejadian di antara Xynth dan Fori, lalu kembali tertawa. "Mereka bahkan bernyanyi secara duet. Ah, aku ingat! Aku menyimpan video mereka di ponselku tadi! Kau mau melihatnya lagi, Rigel?" Sebelum Antares sempat mengeluarkan ponsel dari saku celananya, Xynth sudah meledakkan ponsel milik pria itu di udara hingga hancur berkeping-keping. Antares sampai langsung melongo lemas melihatnya. "Kalian harus ingat baik-baik, setelah masa orientasi berakhir nanti, kita harus menghapus ingatan mereka semua tentang hari ini dan mengganti memori mereka!" desis Xynth dengan mata berapi-api. "Aku setuju," sambut Rigel dengan cepat. "Tidak bisa, itu tindakan curang!" protes Antares. "Ingat, masa orientasi ini adalah masa kita berbaur dengan manusia dan menjadi sama dengan mereka. Meskipun nanti sudah berlalu, kita tidak boleh menguburnya karena itu akan membuat segalanya menjadi sia-sia!" Syuuuuhhhh! Sebuah tiupan angin kencang tiba-tiba memasuki ruangan itu dan mengalihkan perhatian mereka semua dari Antares. Entah bagaimana, kepala Xynth mendadak mendongak ke atas dengan bola mata yang tiba-tiba sudah memutih. Badan pria itu menjadi bergetar hebat dan ia tampak seolah sedang komat-kamit menggumamkan sesuatu. Setelah itu mulutnya tiba-tiba mengeluarkan suara derit gelombang radio yang memekikkan telinga. "Xynth!" ujar Rigel dan Antares serempak. Keduanya langsung berlari ke arah Xynth dengan raut wajah yang sangat terkejut. "Xynth, apa yang terjadi?" tanya Rigel sambil berusaha menenangkan Xynth yang kini gemetaran hebat di kursinya. "Xynth!" seru Antares ikut panik. Ia kaget melihat Xynth sedang meremas-remas bagian dadanya sendiri seakan jantungnya akan segera meledak dari dalam. "Vega! Capella! Ada sesuatu yang serius sedang terjadi pada Xynth saat ini!" teriak Antares dengan pita suara yang bergetar ke udara. Hanya dalam beberapa detik kemudian, sebuah sinar berwarna kuning yang hangat langsung memenuhi ruangan yang sempat terasa seperti dingin membeku itu. Bukan Vega atau Capella yang muncul dengan melesat cepat di ruangan itu, melainkan Pak Tua Sol, sang matahari.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD