Inilah kehidupan yang aku pilih. Suka dan dukanya aku terima. Asal tetap bersamanya *** Lahan yang tidak begitu luas itu kini terlihat penuh dengan material bangunan. Beberapa pekerja mulai membuat pondasi. Ada juga yang mengangkut material ke area dekat pondasi itu. Tidak jauh dari sana seorang lelaki bercelana selutut berdiri menyaksikan tukang-tukangnya bekerja. “Pulang, yuk!” Rengekan itu membuat Varlo menoleh. Dia melihat Jasmine yang mengusap lengan, mungkin karena panas matahari yang semakin menyengat itu. “Kamu pulang duluan, deh. Aku di sini.” Mendengar permintaan itu Jamine berdecak. Bagaimana dia mau pulang sedangkan saat berangkat dia bersama lelaki itu? “Kamu nggak mau nemenin aku, ya? Malah sibuk ngelihat tukang? Emang aku kurang cantik, ya?” Sejak resmi bertunangan

