Di kamarnya, Klara menari-nari dengan gembira walaupun kakinya masih kesakitan dan memasang lagi anting yang tadi dibukanya dengan cepat. Semalam tidak terjadi apa-apa, jadi ia bisa tenang. Di ranjang Gray tidak ada bukti kalau semalam mereka telah bercinta. Mulai sekarang ia bertekad akan menghindari Gray, sebab ia tidak tahu apa yang lelaki itu rencanakan dengan berbohong padanya tentang semalam. Saat melihat jam ia begitu terkejut karena ternyata hari ini sudah pukul 05.55. Oh ... aku harus bergegas karena Mr. Clark sebentar lagi akan bangun untuk lari pagi. Saat membuka selimut Gray yang dipakainya, dia kembali teringat dengan apa yang terjadi semalam dan tadi. Wajah Klara kembali bersemu merah saat mengingatnya. Aku harus menghentikan semua ini, lebih baik fokus saja dengan pekerjaanku. Setelah berbenah diri dan bersiap-siap, Klara menuju ke kamar Jimmy, tapi ternyata dia tidak ada di sana.
Ke mana perginya Mr. Clark pagi-pagi begini?” Saat akan pergi Klara melihat selembar catatan di meja.
“Klara, beristirahatlah karena sepertinya dirimu sangat kelelahan, jadi tadi aku tidak membangunkanmu. Aku pergi jogging agak pagi hari ini, jangan susul aku, aku akan baik-baik saja.”
Klara tidak tahu apa yang Jimmy pikirkan sehingga pergi lari pagi sendirian saja, tapi dia pun tak mungkin bisa menemani karena kakinya masih sakit saat ini. Klara merasa kagum terhadap Jimmy. Dia merasa Jimmy sangat hebat walaupun sakit kanker, tetapi dia masih bisa berlari dan berenang.
Apakah memang begitu orang yang sakit kanker? Aku pun baru kali ini aku bertemu dengan seseorang yang menderita sakit kanker. Tapi dia sangat bersemangat sekali menjalani hidupnya
Jadi, Klara hanya bisa kembali ke kamarnya. Dirinya tidak ingin berkeliaran di rumah yang nantinya akan membuat dia mungkin tanpa sengaja akan bertemu Gray.
Gray ... dalam pikiranku, aku dapat memanggilnya seperti itu tapi saat memanggilnya langsung aku tidak boleh menggunakan panggilan seakrab itu lagi. Cukup satu kali tadi aku melakukannya. Dia adalah anak majikanku yang sama artinya jika dia juga majikanku, dengan kata lain dia terlarang untukmu, Klara. Meskipun dia telah melihat tubuhmu, itu tidak berarti apa-apa untuknya.
Klara tidak mengerti kenapa dia harus merasa sedih.Saat kembali ke kamarnya, ia membaca buku roman yang dipinjamkan Olivia kepadanya. Dia sempat menolak karena sebenarnya dia tidak suka membaca, tapi Olivia memaksa dan memintanya untuk mencoba membacanya. Sekarang Klara akan mencoba membacanya, daripada tidak ada hal apa pun yang dapat dilakukannya saat ini.
Tak terasa Klara sudah membaca hingga hampir dua jam. Dia baru tahu ternyata membaca buku roman sangat menyenangkan.
“ Cium aku,” bisik Barbie,” ucap Klara.
Apakah tidak memalukan jika wanita yang meminta ciuman terlebih dahulu?
Klara memikirkan ciumannya dengan Gray tadi saat bangun. Wajah Klara kembali memerah saat mengingatnya.
Jangan dipikirkan, Klara! Mungkin aku bisa membaca novel ini sedikit lagi.
Klara melihat jam kembali.
Oh ... sudah hampir jam delapan pagi. Aku tidak punya waktu lagi karena sebentar lagi Mr. Clark akan sarapan. Aku harus segera mandi dan berganti baju.
Klara sedikit terlambat saat sampai di ruang makan. Di sana sudah menunggu Jimmy dan Gray di meja makan. Dirinya mencoba untuk tidak menatap Gray, karena dia bisa merasakan pria itu sedang menatapnya sejak tadi.
“Jimmy, apa yang kamu pikirkan hingga jogging sendirian? Bagaimana kalau kamu jatuh atau tiba-tiba sakit? Kamu sungguh membuatku khawatir.”
"Klara, lihatlah aku baik-baik saja, bukan? Tadi aku ingin membangunkanmu, tapi setelah beberapa kali mengetuk kamu tidak menjawab. Sepertinya dirimu sangat kelelahan jadi aku tidak tega membangunkanmu.”
“Papa bisa membangunkanku,” sambung Gray.
“Papa juga sudah mengetuk pintumu, Gray, tapi dirimu juga tidak menjawab. Kalian berdua sangat kompak,” kekeh Jimmy, karena dia tahu kalau Klara tadi pagi berada di kamar Gray. Dia mengurungkan niat mengetuk kamar anaknya, saat mendengar keributan dari dalam kamar sang putra.
Wajah Klara bersemu merah. Dia tidak berani menatap Gray, karena tidak ingin mengingat kembali kejadian itu.
“Baiklah, sebaiknya kita mulai makan, aku sudah sangat lapar,” ucap Jimmy, karena tidak tega melihat wajah Klara yang sudah seperti kepiting rebus.
Sepertinya rencanaku tidak lama lagi akan berhasil.
Jimmy sangat senang mengetahuinya. Dia sudah lelah menjadi orang sekarat.
Mereka pun makan dalam diam. Saat hampir selesai makan, Klara memberanikan diri melihat Gray dan rupanya laki-laki itu masih tetap menatapnya. Klara cepat-cepat minum dan tersedak karenanya. Gray bergegas bangun dan menepuk punggung Klara karena dia yang berada paling dekat dengannya.
“Apa kamu baik-baik saja, Klara?” tanya Gray setelah batuk Klara sudah berhenti.
Klara begitu terkejut, karena Gray memanggil namanya di depan Jimmy. “Aku baik-baik saja, terima kasih, sebaiknya aku permisi dulu.”
Secepat mungkin Klara melarikan diri dari sana, tapi dirinya masih sempat mendengar saat Jimmy memanggil Gray. Entah apa yang mereka bicarakan Klara tidak ingin mengetahuinya, jadi dia bergegas pergi dari sana.
☼☼☼
Jimmy meminta Gray duduk saat Klara sudah pergi, dan mulai mengutarakan maksudnya.
“Gray.”
“Ya, Papa.”
“Papa ingin kamu mengajak Klara ke Nassau untuk membeli baju-baju di butik langgananmu, tempat biasa kamu membawa kekasih-kekasihmu. Apa kamu bisa?”
“Papa bisa menyuruh Jackson jika ingin membawa calon istri Papa menghabiskan uang Papa. Gray tidak punya waktu untuk mengantarnya,” geram Gray, karena sangat kesal dengan permintaan Jimmy padanya.
“Tapi Papa ingin kamu yang mengantarkannya agar kalian bisa saling mengenal, jadi kalian nanti bisa akur. Papa tidak mau calon istri Papa dan anak Papa jadi tidak akur.”
“Maaf, Papa, Gray tidak bisa.” Dengan cepat Gray ingin pergi dari sana, sebelum dia semakin marah.
Papa mohon, Gray, anggap ini sebagai permintaan Papa yang terakhir.”
Gray menghentikan langkahnya mendengar hal itu, “Baiklah, minta calon istri Papa bersiap-siap sejam lagi. Jika tidak, batalkan saja.” Akhirnya Gray memilih mengalah demi Jimmy, meninggalkannya di ruang makan lalu melangkah dengan sangat kesal.
Kapan wanita itu akan memberitahukan pengkhianatannya? Sekarang bukannya memberitahukan pengkhianatannya, dirinya malah memeras Papa agar membelikan barang-barang mewah untuknya. Sekarang pakaian-pakaian, lalu besok apalagi? Dasar wanita gila harta! geram Gray.
Gray memutuskan untuk mencari Klara, dan menekannya agar mau mengakui pengkhianatannya. Jika dia membiarkannya lebih lama di rumah ini, suatu hari bukan hanya pakaian yang akan dimintanya. Mungkin nanti mobil atau mungkin rumah mewah. Dia mengurungkan niatnya untuk pergi ke kamarnya, dan dengan cepat menuju kamar Klara.
☼☼☼