Bingung, itulah yang Raka rasakan saat ini. Dia bingung melihat Ari yang mondar-mandir di depan pintu UGD dan dia juga bingung dengan seorang gadis yang duduk di sampingnya yang terus menangis. Sebenarnya siapa gadis yang pingsan tadi, kenapa Ari bisa sekhawatir ini. Dia tadi sebenarnya hanya kebetulan lewat di sana. Dia baru selesai meninjau proyek pembangunan perumahannya dan hendak kembali pulang. Biasanya dia juga tidak tertarik dengan hal-hal di pinggir jalan semacam tadi, tapi entah kenapa hatinya menyuruh untuk keluar dan tak disangka malah bertemu dengan Ari di sana. "Ari." "Mama." Ari menyambut mamanya dan juga Dian yang tadi sudah ia kabari. "Gimana keadaannya?" "Masih di dalem Ma. Ari nggak tahu." "Tante." Tiara berdiri setelah melihat bu Ratri dan Dian. Dalam benaknya ber

