"Biar gue yang telpon." Elyas langsung meraih ponselnya yang ia letakkan di atas meja. Mereka bertiga sudah berkumpul di apartemen Arya. Raka sudah menceritakan semuanya seperti yang diceritakan oleh Dian tadi. Bukan masalah sulit untuk mereka bisa masuk ke dalam apartemen karena sang pemilik sudah memberitahukan passwordnya. "Gue nggak nyangka ternyata Arya sebreng*** itu." Tangan Dean mengepal keras. Kecuali Elyas, mereka memang pria breng*** yang suka membeli wanita. Namun, mereka sudah berjanji satu sama lain untuk tidak akan pernah menyakiti hati seorang perempuan apalagi merusak masa depannya. "Pantes aja kemarin itu dia kaget pas lo bilang Kinan udah punya suami. Dia juga jadi aneh pas Mira sama Abah nyeritain tentang Kinan." timpal Raka. "Lo pulang sekarang, Ar!" Bentak Elyas se

