Kamis pagi pukul sembilan, Ara sudah cantik dengan dress putihnya, sepatu dan juga bandana bunga warna senada. Kinan akan mengajak puterinya pergi ke rumah tetangganya yang sedang melangsungkan hajatan pernikahan karena tidak mungkin jika dia meninggalkan Ara sendirian di rumah. Ibunya hari ini tidak berjualan dan sudah berangkat terlebih dulu ke rumah tetangganya itu. Dan saat ini dia baru akan berangkat bersama Adit yang kebagian jatah laden. "Aduh, ini kok jelek amat ini siapa ya." Adit yang baru selesai memakai sepatu hitamnya lalu berdiri dan sedikit menunduk mengamati Ara yang sesungguhnya sangat cantik dan bertambah lucu itu. "Om kok jadi pengen cubit yaa." Plok. Ayunan tangan Ara tepat mengenai rambut hitam Adit yang sudah tertata rapi dengan bantuan minyak rambut itu. "Sukuriii

