Reza hanya diam menunggu reaksi Jenar selanjutnya, pemuda itu pasrah karena bagaimana pun Jenar sudah tahu kalau dirinya berbohong. Namun, sedikit rasa lega memasuki hatinya karena Jenar mengalihkan pandangan tidak lagi memelototinya seperti tadi, gadis itu tersenyum manis pada Bu Endang sekarang. "Iya, Ma, mumpung aku enggak begitu sibuk makanya aku pengen main ke sini, aku kan juga kangen sama Mama. maaf ya aku ngerepotin minta Mama masak buat aku," kata Jenar, gadis itu melirik sinis pada Reza saat mengucapkan kata terakhir sebagai sindiran untuk pemuda itu. "Enggak kok, Nar, enggak repot mama kan emang setiap hari masak. Cuma kan Mama pengennya masak yang spesial pas kamu dateng, eh, kebetulan malah pas enggak ada apa apa di kulkas," kata Bu Endang wanita itu tersenyum senang kar

