“Arman, kamu harus dengar ini.” Ratna berdiri di ruang tamu rumah Arman dengan wajah tegang. Ia datang pagi-pagi sekali, bahkan sebelum Arman sempat berangkat ke kantor. “Ada apa lagi, Ratna?” tanya Arman singkat. “Aku cuma ingin memperingatkan kamu tentang Nindya.” Arman menghela napas panjang. “Kenapa dengan Nindya?” Ratna mendekat sedikit. “Beberapa hari ini dia sering pergi dengan seseorang. Seorang pria.” Arman tidak langsung menjawab. Ia hanya menatap Ratna dengan ekspresi datar. “Namanya Rangga,” lanjut Ratna cepat. “Aku tidak tahu apa hubungan mereka, tapi aku khawatir….” “Cukup.” Satu kata itu membuat Ratna terdiam. Arman menatapnya tajam. “Kamu tahu tentang pria itu dari mana?” Ratna sedikit gugup. “A- Aku… dengar dari orang.” “Orang siapa?” Pertanyaan itu membuat Ra

