Konfrontasi Akhir

1126 Words

Pagi itu terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan karena cuaca, tapi karena keputusan yang sudah diambil tanpa ragu. Nindya berdiri di depan cermin, menatap pantulan dirinya dengan tenang, seolah memastikan tidak ada lagi keraguan yang tersisa. Hari ini bukan lagi tentang strategi di balik layar. Ini tentang menghadapi semuanya secara langsung, tanpa perantara, tanpa perlindungan. “Aku gak akan mundur,” bisiknya pelan. “Semua harus selesai hari ini.” Di ruang tengah, Arman sudah menunggu. Tatapannya langsung tertuju pada Nindya saat ia keluar. Ada sesuatu yang berubah dari perempuan itu, lebih tegas, lebih sulit dijangkau. Ia memperhatikan setiap langkah Nindya yang tampak tenang, tapi menyimpan sesuatu yang jauh lebih dalam. “Kamu mau ke mana?” tanyanya pelan. “Sejak tadi kamu terlih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD