Pengakuan dalam Tekanan

1053 Words

Arman pulang dengan langkah yang tidak lagi sama seperti kemarin. Rumah terasa sunyi, tapi bukan sunyi yang menenangkan melainkan sunyi yang memaksa pikirannya terus bekerja tanpa henti. Ia melepas jaketnya perlahan, lalu berdiri di tengah ruang tamu tanpa benar-benar tahu harus melakukan apa selanjutnya. “Aku sudah masuk terlalu jauh.” gumamnya pelan, nyaris tak terdengar. Ia berjalan ke dapur, membuka kulkas sebentar, lalu menutupnya kembali tanpa mengambil apa pun. Semua terasa otomatis, seperti tubuhnya bergerak tanpa perintah yang jelas. Di kepalanya, percakapan dengan Bima terus berulang, terutama kalimat yang paling sulit ia bantah. “Kalau aku jujur, apa yang berubah?” pikirnya lirih. Di kamar lain, Nindya baru saja selesai bekerja dari laptopnya. Ia duduk diam beberapa saat, m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD