Api Cemburu

1095 Words

Nindya terbangun dengan gerakan yang tenang, lalu keluar dari kamar untuk menyiapkan sarapan. Tapi di dalam kepala Nadia, semua gerak sudah diperhitungkan. Ia menimbang bagaimana setiap kata dan ekspresi akan terlihat di mata Arman. Tubuh ini rapuh, tapi pikirannya tajam. Setiap tindakan harus tampak wajar, tapi tetap mengandung strategi psikologis. “Tenang saja, tubuh ini hanyalah wadah, tapi aku yang memegang kendali,” bisik Nadia dalam hati. “Setiap gerakan akan menjadi langkah menuju kebenaran.” Arman masuk ke ruang makan dengan tatapan dingin yang mulai sulit dibaca. Ia mulai menyadari sesuatu yang berbeda dari Nindya, ketenangan dan kecerdikan yang sebelumnya tidak ia kenal. Setiap senyum tampak penuh perhitungan, setiap gerakannya lebih mantap. “Kamu terlihat berbeda pagi ini, Ni

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD