BAB 15. KATAKAN CINTA UNTUK KU

1330 Words
Mereka memanggil secara bersamaan. Mia terdiam " Kamu duluan" Mia mempersilahkan Rayhan " Mia Apakah kamu mencintai ku? Apakah kau menyayangiku?" Mia melongo, Ia terdiam memandang Rayhan, Terkesima beberapa saat tanpa kata Setelah ia mengumpulkan keberanian " Ya Rayhan ,Aku mencintai mu, Aku sangat mencintaimu. Aku sangat memyayangimu Suasana hening sesaat beberapa menit Mia menunduk Ia merasa sangat malu. Namun Mia merasakan kelegaan yang luar biasa. Seakan pedang yang selama ini tertancap di dadanya telah tercabut "Tidak kah kamu ingin tau perasaan ku" Suara Rayhan memecah kesunyian " Tidak, Asalkan kamu mengetahui perasaanku itu sudah lebih dari cukup untuk ku" Mia menjawab dengan Linglung. Dia seakan masih kehilangan fikiran-nya " Baiklah jika kamu tak ingin tau" Rayhan menjawab dengan cuek Mia tersadar... Di pandangnya wajah Rayhan " Rayhan bagaimana denganmu? Apakah kamu mencintai ku?" Rahyan terdiam. Mereka duduk berdampingan. Matahari hanya tinggal Separuh di ufuk barat sebelum sempurna tenggelam. Wajah Mia nan cantik berwarna jingga terbias cahaya Di pandanginya wajah gadis di depan nya cukup lama " Mia, Aku mencintai mu. Aku sangat mencintaimu. Aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihat mu. Bahkan aku telah mencintaimu di saat kamu belum pernah memandang wajah ku. Aku telah mencintaimu walaupun kamu mengacuhkan ku" Mia terpana. Termanggu tanpa bicara. Kata kata yang keluar dari mulut Rayhan Bagaikan roket yang membawa Mia keluar angkasa. Mia merasa tidak lagi berpijak di bumi karena rasa bahagia membawanya membumbung mengitari Cakrawala yang luas Cinta nya yang pertama, Berbalas... Rayhan Mendekatkan wajahnya pada Mia. Mia pun segera melahap bibir Rayhan. Mereka larut dalam kemesraan cinta hingga matahari tenggelam, Langit berganti warna gelap namun sangat memikat ******************* Setelah beberapa saat Mereka bergandengan tangan kembali ke Villa. Mia Berjalan membiarkan ombak terus menerus menyapu kedua kakinya. Gelombang Air laut Cukup tinggi di saat malam hari Bola Raksasa bersinar Luar biasa indah. Sinarnya yang lembut menerangi kedua wajah insan manusi yang saling jatuh cinta. Mereka saling mandangi dan menikmati wajah kekasih dengan cahaya Bulan purnama " Rayhan, Jika kamu mencintai ku sejak pertama melihatku, Mengapa tidak mengatakan-nya sejak lama?" " Aku takut Kamu tidak mencintai ku. Aku takut Kamu akan menjauh dari ku" Rayhan mengecup tangan Mia dengan lembut " Lalu, Kenapa kamu bertanya padaku apakah aku mencintai mu? Mengapa tidak kamu katakan saja kalau kamu mencintai ku" "Jika aku bertanya pada mu, Dan jawabanmu tadi adalah kamu tidak mencintai ku, tapi hanya menganggap diri ku teman saja, Maka aku tidak akan menyatakan perasaan ku" " Apa? pertanyaan macam apa itu? Mengapa begitu? " Mia bersungut kesal " Kamu sangat curang jantung ku rasanya mau lepas saking gugupnya," Mia mendelik kesal melihat kearah Rayhan " Mia, aku bukan nya curang tapi aku pintar menjaga diri agar tidak malu" Rayhan tersenyum melihat wajah Mia yang cemberut, Sangat menggemaskan baginya Di kecup nya lagi bibir Mia penuh hasrat begejolak. Tubuh mereka Bergetar menahan rasa yang belum pernah mereka rasakan sebelumnya Nikmat cinta, Sungguh manis rasanya. Mia meresapi setiapa rasa yang hinggap di hatinya " Kamu mencium aroma itu " Rayhan melepaskan tautan bibir mereka. Mia menyembunyikan kekecewaan yang nampak jelas pada wajah nya " Aroma apa ??!" Mia mendengus denguskan hidung sangat mirip dengan kucing " Penciumanmu tidak bagus rupanya, Itu bau ikan di bakar, Ayo cepat kita pulang. Pegawai hotel sudah membagikan seafood mentah. Aku lapar" Rayhan menarik pergelangan tangan Mia. Meski Enggan Mia tetap mengikutinya Melihat Mia yang sepertinya tak ingin bergerak, Rayhan berbisik pada Mia " Nanti kita lanjutkan di dalam kamar" Rayhan tersenyum Mia menelan ludah O...o.... Sejelas itukah terlihat aku menginginkan-nya? Mia Berlari mendahului Rayhan " Aku sangat lapar" Gadis itu berusaha menyembunyikan rasa malunya " Kamu sudah tidak sabar lagikan sehingga kamu berlari? Kamu ingin cepat melakukannya kan?" Rayhan kembali menggoda nya " Diamlah berhentilah mempermalukan ku" Wajah Mia merah tersipu malu. Rayhan tertawa melihat nya Mereka membawa 1 nampan penuh seafood, yang berisi ikan,cumi, dan udang " Ini kelihatan enak sekali" Mia hampir meneteskan Air liur nya " Iya Masih sangat Fresh, Pihak hotel membeli langsung dari nelayan setempat. Mereka membelinya saat nelayan baru saja tiba di daratan" " Begitu " Mia menganguk " Mengapa kamu tau banyak tempat ini? Apakah kamu sering kesini" " Iya, Aku sering kesini, Aku tidak bisa melukis jika terlalu terlalu banyak masalah, Biasanya aku kesini untuk menenangkan diri" " Apakah kamu sendiri jika datang kesini?" Mia merasa ingin tahu Rayhan lebih banyak lagi "Mia bisakah kamu menyalakan api? Mari kita mulai memasak" Mereka telah sampai Di teras kamar Mereka mulai membakar sea food dengan riang,Mia makan sangat lahap. Rayhan hanya tertawa melihat kemampuan perut mia dalam menyimpan makanan Mia bersandar pada tiang, Memandang jauh kearah lautan yang terang bermandikan sinar rembulan. Ia sangat bahagia. Semua berjalan baik. Keluarga baik, Pekerjaan bagus, Cinta berbalas. Mia takut ini hanya mimpi Mia terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang " Apa yang sedang kamu fikirkan? " Rayhan bertanya tanpa melepaskan pelukan ia juga memberikan kecupan di pipi Mia " Rayhan, Ada sesuatu yang ingin aku katakan" Rayhan mendengar nada bicara Mia yang sangat serius, Segera melepaskan pelukan dan duduk di sisi Mia " Katakanlah" Dia telah siap dengan segala apapun yang akan di dengarnya " Rayhan kamu tau pekerjaan ku apa? Aku bukanlah perempuan baik-baik. Apakah kamu akan menerima ku?" Mia berkata dengan hati-hati " Ya,aku tau. Sudahlah itu akan jadi masa lalu. bukankah kamu sekarang sudah berhenti? Tentang diri mu yang tak lagi perawan tak perlu kamu risaukan. Hal itu bukanlah yang terutama bagi ku. Yang penting kesetiaan" Raut Rayhan penuh keyakinan Mereka berpelukan. Namun keresahan Mia tak juga surut. Hatinya di liputi kegalauan. " Ayo Mia Kita masuk kedalam, Ini sudah malam, Kita pulang besok pagi sekali. Kamu perlu istirahat, Bukankah kamu bekerja besok?" Mia hanya mengangguk tanpa jawaban Saat memasuki kamar Mia tersadar sesuatu kami sekarang sepasang kekasih, Dan tidur dalam 1 kamar? Oh apa yang akan terjadi? Mia gugup sambil tersenyum simpul Setelah berganti baju. Mia merebahkan diri di atas kasur. Rayhan menatap gadis pujaan hatinya dengan padangan mata sayu. Dadanya terasa berdebar, dan nafasnya tersengal Ah Mia, Rayhan mendesah dalam hati. Rayhan mendekati tempat tidur " Mia aku minta bantal dan selimut" Mia melihat tangan Rayhan yang gemetar "Kamu kenapa Rayhan?" Mia bingung, ia memberikan apa yang di minta Rayhan " Kamu tidur dimana" Ujar Mia " Aku tidur di sofa saja" Suara Rayhan terdegar bergetar dan parau " Tidur disini saja, Kita bisa berbagi tempat tidur" Mia tersenyum menggoda Astaga Mia, Kamu memang w*************a, Aku setengah mati melawan perasaan ku. Rayhan menggerutu di dalam hati " Tidak Mia. Aku tidur di sofa saja" Lelaki itu tetap pada pendirian-nya. Mia sangat kecewa mendengar penolakan Rayhan, padahal imaginasi telah larut kemana-mana " Berbaringlah disini sebentar saja" Mia kembali melancarkan rayuan-nya. Mia menepuk kasur dengan lembut Nafas Rayhan semakin memburu, Ia memalingkan wajah nya " Tidak Mia aku takut, Aku takut tidak bisa mengendalikan diri ku" " Tidak, kita tidak akan melakukan apa-apa, Biarkan aku memelukmu sebentar" Suara Mia penuh pengharapan " Tidak Mia, Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah" Seketika d**a Mia terasa sesak. Ia merasa sangat malu. Mia sangat menyesali kebodohan nya. ' Mengapa aku membuat tingkah sangat memalukan' Mia menggerutu di dalam hatinya " Bukan kah kita tadi..." Kalimat Mia terputus " jika kita melakukan nya lagi di kamar ini, kurasa Aku tak akan mampu menghentikannya" Kamu tidurlah lebih dulu, Aku akan keluar sebentar" Rayhan pergi keluar kamar Dia pergi menenangkan fikiran-nya. Tak dapat Ia pungkiri, hasratnya begitu meronta ingin terpuaskan. Namun Ia begitu menghormati Mia. Ia tak ingin Mengambil keuntungan dari kekasihnya. Rayhan sangat mencintainya Byuuuuur... Terdengar suara Air terpecah sangat nyaring. seperti kejatuhan sesuatu yang besar Mia mengintip dari jendela, Ternyata Rayhan berenang di malam hari, tapatnya hampir tengah malam waktu menunjukan 23:30 pada HP mia Baiklah. aku akan tidur. Mia menarik selimut nya uuuuffff akhir nya... Rayhan menarik nafas lega. Ia sangat kelelahan sekarang,setelah berenang sekuat tenaga di tengah malam saat udara terasa sangat dingin, demi menghilangkan rasa tidak nyaman nya. Sesuatu sangat menegang sebelum nya, dan Rayhan sangat terganggu dengan hal itu
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD