"Daniel ... berhenti tunggu dulu!" Rayhan berteriak dengan keras memanggil Daniel. Daniel terkejut. Ia pun menghentikan langkah dan memalingkan wajah menatap Rayhan, "Apa maksudmu berkata seperti itu? Apakah kamu mengancamku?" Rayhan terdengar sangat tertekan. "Aku tidak mengancammu, Aku hanya memperingatkanmu. Mia layak bahagia. Aku melihat setiap penderitaan yang dia lalui." Daniel menarik napas panjang yang dalam dan berat, "Kenapa dia jatuh cinta kepada lelaki bodoh sepertimu?" Kekecewaan nampak terlihat jelas di wajahnya. "Lelaki bodoh?!!" Rayhan berdiri dari tempatnya, emosi mulai menjalar ke seluruh tubuhnya. "Setiap orang punya rahasia, Rayhan. Bukankah kamu juga begitu?" Menurutmu..." Daniel terdiam sejenak, "Bagaimana perasaan Mia jika kamu mengatakan tentang pantai itu saa

