36. Meneror Secara Halus

1201 Words

Pada suatu pagi yang cerah. Seperti biasanya Mita mengirim bunga ke kantor Marchel. Kebetulan saat itu Mita tengah menata bunga di meja Ayu dan sebentar lagi akan masuk ke dalam ruangan kerja Marchel. “Hai, Mita!” sapa Ayu dengan nada sedikit sinis. “Hai, Kak!” jawab Mita sembari mengulas senyum. Ayu terlihat menyimpan tas yang dia bawa. Kemudian mulai membuka laptopnya. “Jadi sekarang kamu datang sendiri ke sini untuk menata bunga-bunga itu?” tanya Ayu sedikit curiga. “Iya, Kak! Sekarang saya sendiri yang mengirim dan menata bunga-bunga ini.” Mita terlihat sangat berhati-hati karena takut Ayu mengenalinya. “Memangnya nggak capek? Dari puncak ke sini? Hampir setiap hari?” Ayy menatap Mita sembari menelepon pantry untuk menyiapkan kopi s**u. Mita tahu ke mana arah pembicaraan Ayu. Nam

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD