Pagi itu seperti biasanya Mita mengantar bunga-bunga ke kantor Marchel. Kebetulan saat itu Mita tengah merangkai bunga di depan ruangan Marchel tepatnya akan mengganti bunga yang ada di atas meja kerja Ayu. Tidak lama berselang Ayu datang dan tidak menyapa Mita. Mita terlihat tetap fokus dengan pekerjaannya. Kemudian Ayu menaruh tasnya di atas meja dan segera membuka laptopnya. “Sebaiknya kamu jauhi Marchel!” tanpa angin ataupun hujan. Tanpa alasan yang jelas Ayu mengatakan hal itu. “Memangnya ada yang salah?” Mita sengaja membuat Ayu kesal. “Tentu saja! Dia itu calon suami saya!” ancam Ayu kepada Mita sembari menatap tajam. “Memangnya Bu Ayu tunangannya Pak Marchel?” tanya Mita dengan berpura-pura tidak mengetahuinya. Ayu bingung menjawabnya karena apa yang dia katakan hanyalah ung

