40. Mulai Tidak Tenang

1251 Words

Di hari Sabtu pagi. Ayu merenung di depan balkon kamarnya. Hujan rintik-rintik seakan menyelimuti kota Jakarta. Gadis itu merasa resah semenjak Marchel mengenal Mita Si gadis penjual bunga. Dia takut kalau sampai perjodohan itu gagal. Ayu bukan hanya mengincar kekayaan dan kekuasaan Marchel. Diam-diam Ayu jatuh cinta padanya. Itulah mengapa Ayu terang-terangan sinis terhadap Mita. Terlebih lagi Ayu mendengar kabar kalau Marchel menyatakan cintanya kepada Mita. Suara ketukan pintu terdengar. Namun Ayu tak menghiraukannya. Ia merenungi kehidupannya. Ia pun masih belum bisa melupakan kecelakaan yang menimpa Ibu dan saudara tirinya. “Sampai kapan pun aku nggak akan pernah melupakan kejadian itu. Bahkan aku sendiri nggak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Kabar duka itu selamanya masih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD