Senyuman manis terlihat pada wajah Asia itu. Surai coklatnya terkena angin sore, dia mnggeret koper besarnya. Semua mata tertuju pada dirinya, sudah biasa, pikirnya. Gadis itu terlihat sedang menunggu seseorang, senyumnya kembali muncul melihat seseorang yang melambaikan tangannya. "Hai El, Sorry nunggu lama." "Udah biasa nunggu." "Baperan lo. Ya udah mana kendaraan nya nih? Jangan bilang kita jalan." "Ga mungkin lah! Kita tunggu bentar lagi, macet katanya." Gadis itu mengangguk, memang ibu kota selalu ramai saat sore hari seperti ini. "Tuh udah dateng." tunjuk temannya. "Elsya, tolong bawain tas kecil Gue. Ribet amat gue." "Makanya jangan bawa banyak banyak! Udah tau cuma sebentar." gerutu Elsya. "Yayaya." Elsya dan gadis itu memasuki mobil yang sudah disupiri oleh Sam. "Ha

