Chapter 9

889 Words

Semua mata mengikuti gerakan El penasaran, lebih tepatnya memperhatikan keadaan El yang masih menggunakan perban dikepalanya. "Be?!" panggil Kavin terkejut melihat keberadaan El di sekolah. "Apaan sih lo, kayak ngeliat setan aja sampe melotot gitu," gerutu El memegang kepalanya yang tiba-tiba berdenyut. "Lo masih sakit pe'a!" omel Kavin. "Lo kenapa sih selalu ngomel dari kemaren!" gerutu El. El meninggalkan Kavin memasuki kelasnya. "Be, mending lo balik lagi gih! Lo belum pulih Be," ujar Kavin lagi mendekati bangku El yang disebelah bangkunya. El menatap malas Kavin yang berdiri di belakangnya. "Gue ga ada kerjaan di rumah Ar, udah lah lo mending duduk sini ga usah ngomel." El menarik Kavin kembali duduk. "Lo masih sakit Be," ucap Kavin lembut mengelus kepala El yang masih diper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD