Hari- hari terasa hampa namun Livia berusaha menutupi kesakitannya dengan senyum, seolah tak ada masalah besar dalam hidupnya. Nyatanya pernikahan Luna adalah hal menyakitkan untuknya, melihat persiapan satu persatu mulai dilakukan Livia juga tak bisa diam, meski hatinya teriris sebab itu juga adalah pernikahan kekasihnya. Gaun rancangan Luna sendiri sudah siap, dia yang ingin semua seperti impiannya tentu saja mempersiapkan semuanya dengan sempurna, termasuk membuat gaun seperti yang dia mau dengan cepat. Dia ingin di hari pernikahan nanti Nathan benar-benar terpesona olehnya. Luna mencintai Nathan sejak dulu dan mimpinya untuk menikah dengan Nathan benar-benar akan terjadi, dan dalam hitungan jam saja mereka akan sah menjadi suami istri. "Aku gak bisa berhenti deg- degan deh, Via."

