Bab 44

1276 Words

Darwin mendekatkan wajah nya pada Ambar, perempuan itu memejamkan mata nya. Tak lama, bibir Ambar dapat merasakan sentuhan hangat bibir Darwin. Laki laki itu mulai memagut manis bibir Ambar, ciuman hangat itu kian memanas. Lengan Darwin kini memegangi punggung Ambar yang terbuka. Sentuhan itu tidak diam, kini jemari kekar Darwin bergerilya kemana pun ia inginkan. Dada Ambar berdetak lebih kencang. Tak terlintas sedikit pun keraguan di benak nya. Kini ia tak terikat pada siapa pun, begitu pun Darwin yang tidak dimiliki perempuan lain. Darwin mengangkat Ambar ke pangkuan nya, jemari nya mencari titik yang membasahi Ambar. Dengan sedikit usaha menggeserkan satu satu nya penghalang, kini kedua nya bersatu. Lenguhan lenguhan bersautan, menjadi musik yang menghibur jiwa. Darwin memastikan A

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD