BAB 11 "Surat apaan itu?" Ya ampun. Aku buru-buru menoleh. Mama Mas Reno kenapa pakai acara bangun segala, sih? Menyebalkan sekali. Bisa kacau rencana kami kalau ketauan oleh Mamanya Mas Reno. Aku menoleh ke Kafka yang menganggukkan kepala. Adikku itu langsung mendekati Mama Mas Reno, dia ada rencana lain yang bisa membuat Mama Mas Reno pergi dari sini. Aku butuh Mas Reno menandatangani surat ini sekarang. "Kafka ada sesuatu, lho." Kafka menatap Mamanya Mas Reno tajam. "Sesuatu apaan?" tanya Mama Mas Reno sambil mengalihkan pandangan. Jangan sampai semuanya ketahuan sebelum waktunya. Aku mengembuskan napas pelan, Mas Reno menahan tangannya, juga menahan kantuknya. Kafka menjentikkan jemari, dia tampak meyakinkan sekali. "Ikut Kafka, deh." Mereka menghilang dari pandangan. Kami su

