BAB 12 "Hah? Masalah apaan?" tanyaku sedikit khawatir. Aduh, aku menggigil bibir. Masalah apa lagi sekarang? Jangan sampai masalah besar, bisa gawat semuanya. Mana aku ada janji lagi. Bagaimana ini? "Butik cabang kedua berantakan, Bu. Ada yang habis membuat rusuh katanya." Orang kepercayaanlu menjawab tegas di seberang sana. Ah, tidak terlalu mengancam sebenarnya. Aku menghela napas lega, setidaknya tidak terlalu buruk keadaan butik. "Siapa?" tanyaku lagi. Aku ingin tau siapa yang melakukannya. Orang kepercayaanku itu menyebutkan satu nama. Aku mengusap kening. Pasti dia, sudah kuduga dia yang akan melakukannya. Kenapa sejak dulu orang itu sering mencari gara-gara denganku sih? "Saya langsung kesana sekarang." Memang benar-benar. Aku langsung tancap gas ke butik, memundurkan janji

