"Kamu jual rumah itu, Nin?" Suara Mas Reno terdengar menggema di ruangan. Aku mengangguk singkat, padahal aku baru saja sampai di rumah. Sudah disambut saja dengan kemarahan mereka. Mereka mau marah apa? Biar aku lihat dulu. Aku duduk di sofa, melipat kedua tangan di depan d**a. Apakah mereka bisa memarahiku. Aku menatap Mas Reno dan Mamanya bergantian. Apa yang mereka ingin katakan? "Menantu kurang ajar. Maksud kamu jual rumah itu apa, hah?! Mau nunjukin kalau kamu yang punya?" Mama Mas Reno tampak marah sekali. Wajahnya merah, aku tersenyum tipis, menghadapi mereka itu dengan santai, jangan terbawa emosi juga. "Nutupin biaya lahiran." Aku melirik Mas Reno yang terlihat salah tingkah. "Gak bisa bayar, kan?" Mendengar itu, mereka langsung terdiam. Aku mengangkat salah satu sudut bibi

