Bagian Dua Enam || Ancaman🍃

1433 Words

Caraku mencintai mu itu berbeda. Sedikit lah untuk memulai memahamiku, aku tidak akan menuntut balas namun aku juga tidak akan membiarkanmu lepas.  *** "Astaga.." Nara mengelus d**a melihat Jovan menyandarkan tubuhnya di samping pintu kamar inapnya. Ia mengernyit melihat Jovan pagi-pagi sudah rapi di depan kamarnya. Ada apa? "Gue mau ngajak lo jalan. Baik 'kan gue." Jovan berucap dengan tersenyum miring. Nara menghela napas sejenak. "Gue lagi mager kemana-mana, lo sendiri aja sana." tolak Nara halus. Ia memang masih sedikit merasa lelah karena harus berdiri semalaman menggunakan sepatu tinggi dengan menebar senyum palsunya. Ya Tuhan, itu adalah kebohongan terbesar Nara.  Bohong jika Nara mengatakan ia tidak merasa sedih dengan pilihannya. Ia juga masih tidak tahu apakah ia akan meras

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD