Bagian Dua Lima Acara pertunangan Kita dalam hubungan orang lain hanyalah orang asing. Tidak memiliki hak apalagi wewenang untuk mereka. *** Hari pertunangan terselenggara. Nara mematut dirinya di depan cermin. Jemarinya saling menaut dan memilin. Melihat keguguran Nara, Aqila menghela napas. Ia mengelus lengan Nara menenangkan. "Lo yakin mau lanjutin kesepakatan konyol kalian?" tanya Aqila memastikan. Nara mendonggak. Ia menggeleng samar. "Gue nggak tahu.." jawabnya pelan. Aqila meraih tangan Nara. Mata mereka saling menumbuk. "Gue beneran takut sama semua kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi nantinya, but.. Gue bener-bener nggak tahu caranya buat lo coba berpikir ulang." Aqila menghela napas, "Ra.. Kita semua tahu, lo udah nggak utuh kayak dulu.. Kalau pun suatu saat nan

