Bagian Tujuh belas Kesepian yang lain Kesendirian ini Mengajarkanku agar tidak terlalu menumpukan harapan pada orang lain. Sebab, tersakiti dengan alasan yang sama berulang kali sangatlah membuat diri merasa menjadi seperti sosok tidak berharga. *** Jovan terbangun dari tidurnya, ia sedikit terkejut melihat Nara tertidur di samping bangkarnya. Waktu dengan cepat berganti. Malam ini ia tidak sendirian. Perlahan senyumnya terbit. Well, hanya dengan melihat Nara berada dalam jangkauan matanya saja bisa membuat Jovan mengukir senyuman. Memang sesimple itu bahagianya. Dengan gerakan pelan, Jovan menjulurkan tangan mengusap puncak kepala Nara pelan. Perlahan Nara membuka mata. Ia mengerjap. "Gue ketiduran, ya? Jam berapa sekarang?" tanya Nara sambil menguap. Jovan menunjukkan jam din

