Bagian Sembilan belas Kesepakatan Sering kali manusia merasa tinggi dengan kekuasaan dan kepercayaan nya. Hal itu sering membuat mereka lupa diri bahwa Maha yang memberi rasa bisa kapan saja membalikkan hati mereka. *** Audy berdiam diri di atap kampus. Ini sudah memasuki minggu kedua ia menjalani harinya sebagai mahasiswi. Meski Audy belum terbiasa dan cenderung menutup diri. Segala aktivitas yang ia lakukan masih di anggap normal oleh teman sekelasnya, karena dari mereka menghormati sosok Kakaknya yang menjadi tameng utama Audy selama kuliah. Ia terlihat mencatat sesuatu di sebuah buku kecil di tangannya. Pandangannya silih berganti sesuai mood tulisan yang ia muat di dalam bukunya. Sesekali ia mengigiti ujung pulpennya dengan pandangan menerawang. "Aku harus lebih bisa terbiasa

