Tahu bagaimana respons Mas Javas setelah tahu aku hamil? Dia memelukku erat, mencium keningku lama sambil menggumamkan kata terima kasih. Dia baru menjauh dariku setelah mendapat klakson panjang dari mobil yang berada di belakang kami. Kesannya memang romantis, tapi yang perlu kalian tahu, setelah mengantarkanku ke rumah Umi kemarin, sama sekali nggak ada komunikasi di antara kami, yang mana membuatku dongkol setengah mati. Bilangnya dia mau menerima anak yang kukandung, tapi kenapa dia malah merespons begitu? Aku benci lelaki plin-plan macam Mas Javas. "Kin, kamu nggak bikin sarapan?" Mas Javas yang sudah siap dengan pakaian kerjanya menghampiri diriku yang duduk di teras rumah, sibuk memasukkan tanah serta pupuk kandang yang kubawa dari rumah Umi ke dalam pot. Belakangan aku memang sed

