SEMBILAN BELAS

2289 Words

"Kamu mau ke mana, Kin?" Tangan besar Mas Javas langsung menahan lenganku yang hendak mengambil tiang infus. Aku berdecak, lalu memutar bola mata malas. "Apa sih, Mas? Aku mau buang air kecil!" ketusku merasa amat jengkel. Sejak tempo hari Mas Javas selalu bersikap berlebihan padaku, padahal aku baik-baik saja. Ya, walaupun aku sempat mengalami insiden nggak mengenakan yang membuatku mengalami pendarahan kecil, tapi itu bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan begini. "Kamu ingat kan, kata Jani kamu harus banyak-banyak istirahat? Kamu nggak boleh ngelakuin aktivitas berat, Kin." Aku memutar bola mata saat Mas Javas membalasku demikian sambil menyebut nama dokter yang menanganiku dari beberapa hari yang lalu. Lagi pula, aku pikir kencing bukan aktivitas berat yang mengeluarkan banyak tena

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD