DUA PULUH | JAVAS

1405 Words

"Mas cukup bilang keputusan Mas apa, jangan gantungin aku." Kinara berucap, lagi-lagi dia menilai sesuatu hanya dari sudut pandangnya sendiri. "Kamu ngomong apa, sih, Kin? Jangan mikir yang aneh-aneh dulu." Saya meraih tangan Kinara, lalu menggenggamnya dengan erat. "Sampai kapan pun saya nggak akan menikahi dia kalau itu yang kamu pikirkan." Sejujurnya saya sudah cukup lelah dengan siklus yang selalu sama, kesalahpahaman Kinara. Entah, mungkin dia terlalu menganggap saya negatif. Entah perihal orientasi saya, lalu saya yang menolak kehamilan dia, juga tentang Kalana dan Andara. Dia menyimpulkan sendiri tanpa mempertanyakan pada saya lebih dulu. "Iya, Mas pengennya gitu, tapi sekarang Mas bimbang, kan?" Dan seperti biasa, dia akan tetap menjadi wanita keras kepala yang sayangnya sangat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD