DUA PULUH SATU

1312 Words

Aku sejujurnya nggak ada keinginan buat ngobrol dengan Mbak Andara. Bukan karena insiden tempo hari yang membuatku berakhir di rumah sakit, aku nggak sependendam itu. Hanya saja, aku malas harus berurusan dengan orang yang jelas-jelas membenci diriku dengan sangat, aku yakin itu, tapi rasa penasaranku tentang dirinya mengalahkan segalanya. Aku penasaran dengan kondisi Mbak Andara, separah apa sih, dia? Aku nggak tahu bagaimana cara pikirnya sih, kenapa bisa-bisanya dia lebih memilih mengakhiri hidup. Maksudku, ini cuma perkara karena dia ditolak lho. Sebegitunya ya, dia mau ambil alih Mas Javas yang jelas-jelas sudah jadi milikku? Pikiran Mbak Andara terlalu dangkal. Padahal, Mbak Andara sendiri masih punya Kalana yang jelas-jelas sangat membutuhkan bimbingan juga kasih sayang dari diriny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD