DUA PULUH DUA

1176 Words

"Nama kamu siapa? Kita belum kenalan lho?" Aku menjulurkan tangan pada Kalana yang duduk di pangkuan Mas Javas sambil mengalungkan tangannya di leher lelaki itu. Aku sedang duduk di atas ranjang pesakitanku, pun dengan Mas Javas yang duduk di tepinya. Kalana menatap tanganku sebentar sebelum sedetik kemudian menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Mas Javas. Kelihatan sekali kalau dia enggan padaku, tapi aku berusaha mengerti dan nggak menghakimi sikapnya itu. Dia masih cukup belia, dan mustahil bakal cukup akrab dengan diriku yang masuk golongan orang asing, meskipun sebelum-sebelumnya kami pernah berada dalam frame yang sama, tapi dalam kondisi yang berbeda tentunya. "Kalana, ayo, diajak kenalan tuh, sama Tante Kinara." "Papa Jav, Kalana takut," bisik gadis cilik itu, tapi aku masih b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD