Aku bukan orang yang gampang percaya dengan orang lain, entah itu kelurgaku sendiri atau bahkan teman-temanku. Aku butuh sesuatu yang bisa membuatku yakin dan menyerap muatan-muatan negatif yang mendiami pikiranku. Dan di sinilah aku sekarang. Berdiri di lobi rumah sakit dengan satu tangan menggenggam tangan Kalana dan satunya lagi kubiarkan bebas. Aku benar-benar butuh bukti kalau hubungan Mas Javas dan wanita bernama Hana itu hanya sebatas rekan seprofesi, nggak lebih. Aku cukup ragu dengan jawaban Mas Javas. Mana mungkin orang yang nggak punya hubungan bisa sedekat mereka? Pakai segala makan bareng-bareng. Mas Javas harusnya juga paham kalau dia bukan bujangan lagi. Dia sudah punya istri, dan itu aku. Aku mungkin cuma salah paham soal Mas Natha yang memang nggak ada hubungan apa pun

