PENOLAKAN HELENA

1076 Words
"Aku ada hak melarangmu, Helena! Karena mulai sekarang kau kekasihku!" tegasnya. "Hah?" Helena tertegun, wanita itu terkejut dengan ucapan Mike yang menurutnya tidak masuk akal. "Apakah Anda sedang mabuk, Tuan?" tanya Helena, kedua matanya menatap memicing ke arah Mike. "Maksudmu?" "Ya, apakah Anda sedang mabuk? Bagaimana bisa Anda mengatakan jika saya kekasih Anda? Sementara Anda sendiri sudah memiliki istri, ah tidak hanya itu. Kita bahkan baru mengenal, jadi jangan berbicara sembarangan." Helena turun dari pangkuan Mike, ketika merasa Mike lengah. "Aku tidak sedang mabuk, Helena. Apa yang aku katakan benar, kau kekasihku mulai sekarang. Karena aku menyukaimu, persetan dengan statusku sebagai suami orang," tekan Mike, Helene menghembuskan nafasnya perlahan. Wanita itu menoleh, dan menatap Mike. "Maafkan saya, Tuan. Saya tidak bisa menjadi kekasih Anda, dan saya bukan kekasih Anda. Lebih baik kita kembali ke apartemen, karena saya harus segera menyelesaikan pekerjaan dari Anda," tolak Helena membuat Mike menggeram marah. Mike ingin kembali menekan Helena, namun ia menahannya. Karena belum waktunya—Mike menunjukkan jika dia sangat menggilai Helena. "Kita kembali sekarang." Mike menurunkan kaca mobilnya, ia meminta anak buahnya untuk segera masuk dan mengemudikan mobilnya. Setibanya di apartemen, Mike dan Helena masuk ke dalam kamar masing-masing. "Apakah dia gila? Dia memang tampan, tapi sudah beristri. Mana mau aku sama yang beristri," gerutu Helena, sembari melepaskan coat dan semua pakaiannya. Tanpa menyadari, jika tindakannya kini tengah di lihat oleh Mike dari kamarnya. Pria tersebut sudah menaruh kamera tersembunyi di kamar Helena, ia juga meretas ponsel Helena. Apa yang di lakukan Helena, dan segalanya. Mike akan mengetahuinya. "s**t! Kenapa dia sangat menggoda sekali? Rasanya aku ingin sekali memeluknya, dan mendekapnya erat sembari menghujamnya!" erang Mike, pria itu memegang miliknya di bawah sana yang terasa mengeras. Mike terus melihat aktifitas Helena, sampai akhirnya. Pria itu mengeraskan rahangnya, tangannya terkepal kuat ketika melihat Helena yang sedang mengirim pesan dengan seorang pria. "Siapa pria itu? Kenapa dia mengajak Helena bertemu ketika Helena kembali dari Paris?" gumam Mike, saat ia melihat Helena sedang bertukar pesan dengan seorang pria di ponselnya. Mike terus melihat balasan Helena yang terkesan tidak keberatan, ketika pria tersebut menggoda Helena. "Baiklah, sepertinya dia sosok yang sangat berarti untukmu. Tapi maafkan aku, Helena. Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Mike menyeringai, pria itu mengambil ponselnya dan menghubungi Alvin. "Halo, kenapa Mike?" tanya Alvin. "Bisakah kau mencari tau tentang pria bernama Billy sekarang?" "Untuk apa? Apakah dia bersinggungan denganmu?" tanya Alvin kembali, sebab pria itu merasa heran dengan Mike. "Sebenarnya dia tidak bersinggungan denganku, tapi karena dia memiliki kedekatan dengan Helena. Aku harus menyingkirkannya," ujar Mike dengan entengnya, membuat Alvin melototkan kedua matanya di sebrang sana. "Jangan gila, Mike!" sentak Alvin, pria itu benar-benar tidak memahami jalan pikiran Mike. "Aku memang menggilai Helena, Alvin. Untuk itu—cari tau tentang Billy dan eksukusi dia," titah Mike. "Apakah kau akan membunuhnya?" "Menurutmu bagaimana? Di bun-uh saja, atau di buat cacat?" tanya Mike dengan bibir menyeringai, Alvin yang mendengar pilihan Mike di sebrang sana sontak bergidik ngeri. "Terserah kau saja, kau mau bagaimana?" "Cari tau dahulu, baru aku bisa memutuskan—akan aku apakan pria itu," ujar Mike. Alvin terdiam, ia sedang menjalankan perintah Mike yang menurutnya sangat gila. Hingga beberapa menit kemudian, Alvin sudah menemukan semua data-data Billy dan status hubungannya bersama Helena. "Aku sudah menemukan data-datanya, dia putra tunggal Harisson. Dia mendekati Helena semenjak mereka berkuliah, namun Helena baru merespon Billy beberapa bulan ini, dan rencananya Billy akan mengungkapkan perasaannya ketika Helena sudah pulang dari Paris. Sebenarnya Billy ingin menyusul ke Paris besok, tapi Helena melarangnya," jelas Alvin, membuat d**a Mike terasa terbakar. Emosinya memuncak, rahangnya mengeras kuat. "b******k! Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi, buat dia cacat, dan merasa malu bertemu dengan Helena. Intinya buat dia merasa tidak pantas bersama Helena, apakah kau paham. Vin?" titah Mike dengan penuh penekanan, dalam setiap ucapannya menyimpan kemarahan. "Jangan gila, Mike. Untuk apa kau melakukan hal ini? Kau sendiri sudah memiliki istri, dan kau berniat menjerat Helena dalam status yang tidak jelas? Helena wanita pintar, Mike. Dia akan selalu menolakmu meskipun kau menyingkirkan Billy, karena akan banyak pria yang menginginkan Helena," ucap Alvin, pria itu berniat mengingatkan Mike. "Aku tidak peduli akan hal itu, Alvin. Aku hanya menginginkan Helena menjadi milikku, persetan dengan statusku. Aku bisa memberikannya status di atas Aileen, aku hanya meminta kau menjalankan tugas dariku. Sebab aku tidak ingin ada pria lain yang bisa memiliki Helena selain aku!" sentak Mike, pria itu meneguk wine di tangannya. Meredakan rasa emosi yang menyeruak. "Masalah dia yang akan selalu menolakku—bukan masalah untukku, karena aku memiliki rencana lain untuk menjeratnya. Jika dia tidak bisa di jerat dengan cara baik-baik, bukankah masih ada cara kotor untuk menjeratnya?" Mike tersenyum menyeringai, saat terpikirkan cara kotor di kepalanya. "f**k, kau memang sudah gila. Mike, kau bukan hanya menyukainya. Tapi kau terobsesi dengannya, sialan! Gila, kau benar-benar gila. Mike!" umpat Alvin dengan menggerutu, Mike tertawa. "Aku memang terobsesi dengannya, Alvin. Maka dari itu—apapun caranya, aku akan mendapatkannya dan menjeratnya. Lebih baik sekarang jalankan tugasmu, aku akan memberikan imbalan yang sepadan jika kerjamu bagus," ucap Mike. "Tenang saja, meskipun tugasmu kali ini sangat gila. Tapi aku yakin kau akan puas dengan hasilnya, besok kau akan mendapatkan kabar dariku," ucap Alvin dengan yakin, membuat Mike tersenyum puas. "Kau memang selalu bisa di andalkan, Vin," "Ya, aku memang bisa di andalkan. Ngomong-ngomong, kemana Mike yang terkenal setia? Apakah sekarang kau sangat tergoda dengannya? Kasian sekali Helena," "Shut up, Alvin," ketus Mike, membuat Alvin terkekeh. Setelahnya, telefon keduanya terputus. Kini Mike masuk kembali ke dalam ponsel Helena, dan cctv yang menyorot ranjang Helena. "Cantik, dia sangat cantik. Sebentar lagi, Helena. Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, aku sudah menggunakan cara lembut untuk mendapatkanmu. Tapi kau malah menolakku, jadi jangan salahkan aku jika—aku semakin tertantang untuk menjeratmu dengan cara kotor." Mike menyeringai. "Seharusnya kau seperti wanita di luaran sana yang langsung melemparkan tubuhmu kepadaku, agar aku tidak susah-susah untuk memakai cara kotor besok," lanjut Mike, pria itu mendesah kasar. Mike kembali mengotak-atik ponselnya, dan mencari kontak anak buahnya. Ketika ketemu, Mike segera menghubungi anak buahnya itu. "Ya, Tuan?" "Carikan aku obat yang aman untuknya, laksanakan tugasmu dengan baik besok. Aku akan mengabarimu kembali besok," "Baik, Tuan Mike," jawabnya, Mike tersenyum puas, ia mematikan sambungan telefonnya. Mike berbaring, ia menatap foto Helena yang polos tanpa sehelai benang. Foto yang ia ambil diam-diam dari kamera tersembunyi. "Sebentar lagi kau akan menjadi milikku, Helena. Milik Mike Beaumont!"
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD