“Dimana?” Suara Farhan langsung menyapa gendang telingaku ketika aku mengangkat panggilan darinya. “Di kantin bawah, kenapa?” “Sama siapa?” Aku mengerutkan dahi begitu mendapat pertanyaan darinya. Tumben sekali Farhan menanyakan hal sedetail ini. “Biasa, sama anak kantor. Ada apa?” Diam. Sekitar lima belas menit berlalu, tak ada jawaban dari seberang sana, membuatku penasaran. “Mas, are you okay?” “Hm.” “Kamu kenapa, sih?” tanyaku. “Ngga papa. Ya udah aku tutup dulu teleponnya, nanti pulang kerja aku jemput.” Setelah itu sambungan telepon terputus, membuat rasa penasaran dalam hatiku makin besar. Ada apa sebenarnya? Kenapa tiba-tiba Farhan ingin menjemputku sepulang kerja? Biasanya juga aku pulang sendiri menggunakkan taksi. Hal itu makin menjadi tanda tanya besar di benakku. Ak

