Lanjutkan, Kayla

1065 Words
Jason menghela napa kasar. "Biar saja. Aku yang lebih tahu dari kamu, Kayla." "Kalau aku tidak menawarkan diri untuk menjadi pemuas nafsumu, apakah kamu sendiri yang akan memintanya?" tanya Kayla lagi. Jason menggelengkan kepalanya dengan pelan. "Entahlah. Pertanyaanmu terlalu menyudutkanku. Aku tahu, kamu sedang memancingku. Sudah cukup, Kayla. Aku hanya akan selingkuh denganmu. Tidak ada lagi. Bahkan, tidur pun hanya akan denganmu. Dengan Miranda, mungkin hanya sekali dua kali saja. Agar dia tidak curiga padaku." Kayla menelan saliva dengan pelan. Jason terlalu cerdas untuk dia kelabui. Bahkan, video yang seharusnya sudah berada di tangan Miranda, kini harus enyah karena dihapus oleh Jason. Sampai akhirnya ia memilih untuk menyerah. Mengikuti alur yang ada, sampai Bisma dan istrinya kembali ke Indonesia. Siap membombardir keluarga tersebut untuk ia hancurkan berkeping-keping. ** Waktu sudah menunjuk angka delapan malam. Karena meeting di Hotel Livina dibatalkan, dan akan diundur ke esok hari. Jason memilih untuk mengantar Kayla pulang. Ia tahu, Kayla masih sangat lelah. Dan dia masih punya hati. Tidak akan menghajar Kayla di malam ini. Masih banyak waktu karena Miranda belum pulang. "Ini alamat apartemen aku. Mau ikut, ke dalam? Aku buatkan mie instan, kalau kamu mau." Jason terkekeh dengan pelan. "Aku tidak suka makan mie instan. Tapi, aku ingin tahu kamar kamu ada di lantai berapa. Aku akan mengantarmu sampai ke depan pintu," ucapnya kemudian mengecup bibir perempuan itu. Mereka tengah berada di dalam lift. Hanya saja, di dalam sana hanya ada mereka berdua. Hanya CCTV yang memantau pergerakan kedua insan yang tengah dimabuk cumbuan itu. "Sebenarnya aku sedang ingin," ucap Jason parau. "Tapi, aku tidak ingin menyakitimu malam ini. Kita lakukan besok pagi. Di kamar privasiku," sambungnya kemudian. Kayla tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. "Of course! Aku ingin tidur nyenyak untuk malam ini." Jason mengangguk pelan. Sampai akhirnya mereka tiba di depan kamar Kayla. Kemudian perempuan itu membuka kode akses masuk ke dalam apartemennya. "Kodenya tanggal lahirku. Kamu bisa masuk, kapan pun kamu ingin." Cklek! "Haa!" Perempuan itu terkejut kala melihat sang mama tengah berdiri tepat di depan pintu. "Mama!" ucapnya dengan mata melotot. Mata teler sehabis mabuk itu lantas tersenyum miring kala melihat Jason berada di samping anaknya itu. Kemudian menoleh kepada Kayla. "Semalam kamu tidak pulang. Mama telepon pun tidak kamu angkat. Ternyata, sedang bersama lelaki ini. Haiiis!" Perempuan berusia lima puluh tahun itu kemudian kembali melangkahkan kakinya dengan oleng. Lalu duduk di sofa ruang tengah. "Mama kamu suka mabuk rupanya," kata Jason kemudian tersenyum mendengar ocehan Laras. "Baru putus sama pacarnya? Mama kamu single mom?" Kayla mengangguk. "Ya. Sama seperti kamu. Tergoda oleh sekretarisnya kemudian menikahi perempuan itu. Tapi, sepertinya Mama tidak peduli. Dia sendiri yang menceraikan Papa. Karena baginya, jika Papa sudah membuka hati untuk orang lain, itu artinya dia sudah tidak dibutuhkan lagi dalam hidupnya." Ucapan Kayla benar-benar menguji kesabaran Jason. Namun, pria itu hanya mengulas senyumnya. Kemudian pamit untuk pulang. Satu kecupan di bibir perempuan itu, sebagai tanda ia harus pamit dan tidak bisa mampir terlebih dahulu. "Jason! Kenapa kamu bisa kenal dengannya?" tanya Laras setelah sang anak menghampirinya. Kayla lantas mengerutkan keningnya. "Kok ... Mama udah sadar?" Laras terkekeh dengan pelan. "Mama tanya, kenapa kamu kenal dengan Jason? Malah balik nanya. Gak sopan!" Kayla menghela napas kasar. "Dia bos baruku. Aku memilih untuk keluar dari kantor Bisma karena dia telah mengkhianatiku. Menikah dengan wanita yang dipilihkan oleh Miranda, istrinya Jason. Aku hanya ingin balas dendam. Menghancurkan Miranda dengan mendekati Jason." Secara terang-terangan, Kayla memberi tahu motif yang sedang dia lakukan kepada Miranda. Laras manggut-manggut. "Akhirnya. Ada juga yang bisa membalas dendam apa yang pernah kamu rasakan, Kasih." Kemudian perempuan itu menolehkan kepalanya kepada sang anak. "Lanjutkan. Karena Miranda, si biang kerok itu mendapatkan Jason dengan cara merebutnya dari orang lain." "Haaah?! Maksud Mama?" Laras menolehkan kepalanya kepada sang anak. "Kenapa tanya seperti itu? Kamu sendiri, tidak tahu kalau Jason adalah mantan kekasih Kasih, yang dibunuh oleh Miranda?" Kayla semakin menganga. "Ma! Aku lagi nggak mau bercanda!" teriak Kayla yang masih shock. Laras tersenyum menyeringai bak iblis. "Harusnya, kamu juga bisa membunuh Miranda. Membunuh secara perlahan. Jangan langsung ditembak. Dikikis sedikit demi sedikit. Buat dia sengsara, menangis setiap hari, dan perlahan membuatnya frustasi kemudian bunuh diri. Sama seperti yang dia lakukan kepada Kasih di sepuluh tahun yang lalu." Laras mengambil sebatang rokok di dalam tas miliknya. Perceraian dengan sang suami membuatnya mengenal dunia malam. Gonta-ganti laki-laki adalah hobinya. Tidak pernah mau berdamai dengan hidupnya lagi. Kayla menggelengkan kepalanya dengan pelan, dengan mulut masih menganga. "Ma. Are you sure? Aunty mati bunuh diri karena Miranda? What happen? You know lah, sepuluh tahun yang lalu aku tidak ada di sini. Di Ambon, Ma." Laras menganggukkan kepalanya. "Ya. Kamu tanyakan saja kepada Jason. Dia pasti mengenal Kasih Maharani. Adik Mama yang sudah pergi untuk selamanya karena difitnah oleh Miranda. “Dia tidur dengan laki-laki lain, dijebak lebih tepatnya. Miranda menginginkan Jason dengan cara yang sangat licik. Kamu bisa membalas semuanya jika memang hatimu ingin menghancurkan perempuan gila itu." Kayla menggigit bibirnya. Ia tak tahu jika kematian bibinya karena ulah Miranda yang sudah memfitnah bahkan merebut Jason dengan cara yang keji. "Aku tidak pernah berniat untuk balas dendam karena hal itu, Ma. Aku hanya kesal, marah, murka, emosi pada dia karena sudah menikahkan Bisma dengan Risa. Orang yang ternyata selama ini mencintai Bisma." Kayla menjambak rambutnya. "Ternyata, dia sudah berpengalaman untuk merebut orang. Risa pun dia beri tahu bagaimana caranya untuk merebut." Kayla geleng-geleng kepala. "Aku tidak menginginkan Jason menjadi milikku, Ma. Aku hanya ingin menghancurkan mereka." Laras mengendikan bahunya. "Kamu bisa bicara seperti kepada Mama karena belum bisa move on dari Bisma. Jangan sampai kembali pada orang yang mudah dirayu, Kayla!" "Dan Jason sama seperti Bisma. Dia mudah dirayu, bahkan kemarin malam dia mengatakan cinta padaku. Apa namanya jika bukan mudah dirayu? Miranda kena karma karena ulahnya. Aku jadi takut, kena karma juga karena sudah memisahkan dia dengan Jason." Laras lantas tertawa mendengar ucapan anaknya itu. "Hei, anakku. Kalau mau jadi jahat, jangan setengah-setengah. Jahat, yaa jahat sekalian. Kalau sudah puas memainkan pembalasan dendam kamu kepada mereka, kamu bisa kembali pada kebebasan hidup kamu. “Jason tidak pernah terlibat skandal dengan siapa pun. Dia tipe setia. Tapi, kamu berhasil mendongkrak pintu hati Jason hingga membuatnya jatuh cinta padamu. "Lanjutkan, Kayla. Kamu mau berhenti sampai di sini? Sedangkan Bisma dan istrinya sedang asyik bercanda gurau, menikmati perannya sebagai pengantin baru. Dan kamu, terpuruk karena ditinggal olehnya. Miranda sudah keterlaluan. Dia sudah ikut campur dalam hubungan adiknya itu."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD