Inggar meremas kedua tangannya pelan. Kata-kata Kenzo benar-benar membuatnya malu sekaligus ragu. "Aku tadi mencobanya di alat tes kehamilan saja," gumam Inggar pelan. "Jadi belum periksa ke dokter?" tanya Kenzo, menggelengkan kepalanya. Dokter Melati tersenyum, lalu mulai membuka buku berwarna merah muda. "Yang dilakukan oleh Mbak Inggar sudah benar. Biasanya para wanita akan mencek sendiri dulu, setelah yakin dengan hasilnya. Mereka pasti akan mencek lagi ke rumah sakit atau klinik. Bagaimana kalau kita cek sekarang, Mbak? Suami Mbak bisa tunggu di sini dulu!" ujar dokter Melati menengahi. Kenzo tersenyum salah tingkah saat mendengar ia disebut suami. Sedangkan Inggar yang melihat tingkah aneh Kenzo, hanya memutar bola matanya kesal. Pemeriksaan mulai dilakukan. Tidak menunggu wak

