Tubuh Inggar melemas saat mengetahui pekerjaan ayah dari calon anaknya. Rara yang melihat perubahan Inggar menautkan kedua alisnya bingung. Beberapa kali lambaian tangan Rara tidak direspon sama sekali oleh Inggar. "Nggar, kamu kenapa?" tanya Rara, mengguncang lengan Inggar pelan. Inggar menoleh ke arah Rara, dengan tatapan linglung. Tanpa bicara satu patah katapun. Ia langsung berjalan menghampiri Kenzo yang saat itu sedang bernegosiasi dengan para pedagang. "Kamu?" pekik Kenzo, kala tangannya ditarik Inggar menjauh dari kerumunan. "Iya, ini aku. Kenapa?" tanya Inggar, menampilkan wajah ketusnya. Sudut bibir Kenzo melengkung. Senyuman yang satu bulan ini, selalu terngiang di ingatan Inggar. "Kenapa menarik tanganku? Apa kamu ingin mengabarkan kehamilan kamu, lalu mencari aku sampai

