Inggar mengambil beberapa barang dan pakaiannya yang tertinggal. Setelah semuanya sudah tersusun rapi di dalam koper besar, Inggar bergegas turun. Menyadari Kenzo tidak ada, Inggar hanya menggerakkan pundaknya, seolah tak peduli. "Dia pasti masih marah karena kejadian tadi," gumam Inggar, menyeret koper itu turun. Sedang Kenzo yang kini berada di teras rumah, tidak sengaja mendengar percakapan ibu Inggar melalui panggilan telepon. Awalnya Kenzo mengabaikannya, karena dirasa tidak penting. Tapi, setelah ia mendengar namanya disebut dalam percakapan itu, ia menjadi penasaran dan memutuskan untuk menguping. "Bu, Inggar pulang dulu!" ujar Inggar seadanya. Hatinya masih merasa kecewa, karena ketidakhadiran kedua orang tuanya saat di KUA. "Loh Nggar, kenapa cepat sekali? Baru juga pulang, ke

