Ingat berpikir keras mengingat tanggal pertama kali mereka bertemu. Namun sudah hampir setengah jam, belum juga mengingatnya. Merasa kesal, Inggar menghampiri Kenzo yang sedang santai menikmati sebatang rokok di tangannya. "Aku sudah lelah berpikir, cepat buka pintunya!" titah Inggar, mencebikkan bibirnya kesal. Kenzo mendongak menatap Inggar. "Baiklah, tapi untuk kali ini saja. Setelah ini, aku tidak akan membuka pintunya kalau kamu tidak tau password," ujar Kenzo, segera beranjak dan membuang p****g rokok yang masih tersisa banyak. Tangan Inggar melibas-libas di depan wajahnya saat Kenzo lewat. "Jauhkan asap rokok itu dariku! Lebih baik kamu berhenti merokok sekarang, ingat aku ini sedang hamil!" Kepala Kenzo menoleh ke arah Inggar yang kini berdiri di belakangnya. "Aku akan berhen

