Gin berusaha mencari keberadaan Angela di mana pun, tetapi tak juga ia temukan. Pesan chat yang nyaris puluhan membuatnya dengan terpaksa membuka dan membacanya. Gino! Kenapa aku ditinggalin? Baiklah ... chat pertama masih menggunakan bahasa yang baik. Ia tak perlu memikirkan itu, karena artinya Angela baik-baik saja. Namun, belum tentu sama dengan chat berikutnya. Heh! Kamu di mana, sih? Aku gak berani lama-lama di kelas. Ada orang aneh yang ngintipin terus dari luar jendela! Matanya terbelalak kala membaca pesan kedua. Lalu bergegas ia menggulir ke bawah, membaca chat ketiga dan seterusnya. Gino ... aku takut. Hanya itu? Memang hanya itu. Namun, itu sudah menyiratkan bahwa ada sesuatu yang terjadi dengan sang majikan. Gin bergegas mencari keberadaan Angela yang tidak juga berada d

