Bab 88. Hari Pertunjukan

1145 Words

Hari perlombaan akhirnya tiba. Langit London tampak kelabu, seperti menahan hujan yang belum sempat turun. Di dalam gedung teater megah tempat kompetisi berlangsung, ratusan kursi telah dipenuhi penonton. Para juri, fotografer, dan pecinta seni tari dari berbagai negara. Di balik panggung, Jesslyn duduk di depan cermin besar, menatap bayangan dirinya sendiri. Wajahnya tampak tenang, tapi kedua tangannya gemetar saat ia mencoba mengikat pita sepatu balet. Tenang, Jesslyn. Kau sudah berlatih untuk ini. Semua kerja kerasmu akan terbayar hari ini. Dia berusaha menenangkan diri. Namun, hatinya tetap berdebar tak karuan. Firasat buruk yang menghantuinya beberapa hari terakhir kembali datang, lebih kuat dari sebelumnya. Ia menatap pantulan matanya di cermin. Ada bayangan takut di sana, seper

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD