Bab 24. Rumah Kita

1073 Words

Perjalanan kembali terasa panjang. Mobil hitam itu melaju mulus di jalanan yang sepi, suara mesin nyaris tenggelam oleh musik lembut yang diputar pelan. Jesslyn duduk di samping Levin, tubuhnya lelah, pikiran masih kalut oleh perdebatan mereka di vila. Tanpa sadar, kelopak matanya mulai berat. Aroma samar parfum Levin yang maskulin, berpadu dengan ketenangan ritme mesin mobil, membuatnya menyerah. Kepala Jesslyn miring, akhirnya bersandar di lengan Levin. Levin menoleh sekilas, senyum tipis terlukis di wajahnya. Laptop diletakkan, dia meraih tangan Jesslyn dan menggenggamnya. "Kemarilah, tidur di pangkuanku!" Pintanya sambil menepuk pahanya. "Aku tidak mau!" Jesslyn menjauh. "Perjalanan masih panjang, Honey. Kau akan nyaman tidur di atas pangkuanku!" Jesslyn menatapnya tajam. Namu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD