Bab 75. Jangan Terlalu Baik

1061 Words

Malam sudah begitu larut ketika Levin kembali ke rumah sakit. Lorong-lorong tampak lengang, hanya sesekali suara langkah perawat terdengar di kejauhan. Ia membuka pintu ruang rawat Sofia perlahan, membiarkan cahaya lampu remang menerobos keluar dan memandikan wajahnya yang dingin. Tatapannya langsung jatuh pada Sofia yang terbaring lemah di ranjang, kaki kanannya dibalut perban tebal. Namun tak lama, matanya mencari sosok istrinya. Jesslyn meringkuk di sofa kecil di sudut ruangan, dengan selimut tipis membungkus tubuhnya. Wajahnya tampak pucat dan lelah, rambutnya berantakan, seolah sudah berjam-jam duduk di sana tanpa benar-benar beristirahat. Levin berjalan mendekat dengan langkah ringan. Ia tak ingin membangunkannya, namun pandangannya tertumbuk pada bungkus makanan di meja kecil. Ma

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD