67. Kamu Cantik Apa Adanya

1828 Words

Muti tidak bisa memejamkan matanya, meskipun kamar itu terasa begitu nyaman. Tidak seperti kamarnya yang sempit dan panas karena hanya memiliki kipas angin kecil, kamar ini dilengkapi pendingin dan pemurni udara, lengkap dengan tempat tidur terempuk yang pernah Muti tiduri. Bahkan semua kemewahan ini tidak bisa membuatnya merasakan ketenangan yang ia butuhkan untuk tidur. Muti tahu sebabnya adalah karena apa yang terjadi padanya dan Damar tadi. Kenapa ia harus marah? Lagipula, bukankah Muti memang pergi dari rumah agar bisa menjalani hidupnya sendiri dan bebas bertemu Damar kapan saja tanpa gangguan mamanya? Seharusnya Muti tidak perlu sekesal itu saat Damar menyuruhnya tinggal di sini. Damar hanya ingin memberinya yang terbaik. Toh, pria itu juga tidak akan tinggal di sini bersamanya n

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD