Seumur hidupnya, rasanya Damar tidak pernah tidur senyenyak ini sebelumnya. Seletih apapun, ia selalu tidur dengan gelisah, kadang akan bermimpi buruk, dan setelah itu akan sulit baginya untuk tertidur kembali. Namun, kali ini rasanya berbeda. Ada sebuah ketenangan baru yang ia rasakan. Kedua lengannya mendekap tubuh yang mungil dan hangat. Hidungnya mencium aroma tubuh yang membuatnya tersenyum bahkan dalam tidurnya. Tidak ada yang bisa menandingi kebahagiaan ini. Damar juga bermimpi indah dalam tidurnya. Sebuah mimpi tentang menghabiskan malam itu bersama Muti dan tinggal bersama gadis itu. Mimpi bahwa ia tidur dengan memeluk Muti sepanjang malam. Tunggu... Pemikiran itu membuat mata Damar terbuka dan akhirnya menyadari bahwa apa yang dialaminya bukanlah mimpi. Tubuh harum dan lembu

