“Marmuuuuttt, makaaan kuuyyy!!” Ah, itu adalah teriakan yang benar-benar Muti rindukan. Panggilan syahdu yang menggetarkan seluruh usus dua belas jarinya yang sejak tadi sudah meronta-ronta karena try out yang baru saja mereka laksanakan. Muti menutup bukunya dengan keras dan tersenyum lebar pada Agam yang berdiri di depan pintu kelas sambil melambai-lambaikan uang bergambar pahlawan nasional Sam Ratulangi. Ia baru akan segera berlari keluar saat tangannya dicekal seseorang. Kalian sudah bisa menebak siapa orang itu kan? “Nggak usah aneh-aneh deh. Gue laper. Mau makan. Dan kita udah putus.” “Aku nggak mau putus.” “Bodo amat!” Ucap Muti sambil menyentak pegangan Nero di tangannya. Ia berlari menyusul Agam yang langsung kabur ketika melihat drama itu. Drama Rosalinda kata teman-temanny

