Akhirnya, Damar menceritakan semua yang terjadi malam itu tanpa mengurangi ataupun menambahkan fakta yang sebenarnya. Termasuk bahwa ia mengira Fuyumi adalah Muti karena ketidaksadarannya akibat alkohol. Dan meskipun pada akhirnya semua orang percaya padanya, serta tidak ada yang menghakimi, jauh di dalam hatinya, Damar tetap merasa bersalah. Bukan hanya pada Muti, tetapi kepada semua orang yang mendukungnya. Pada Violet dan Erlangga yang telah mengasuhnya semenjak kecil, kepada ayah dan bundanya yang selalu mendukung apapun yang Damar inginkan, pada Viola yang selalu menjadi saudara sepupu terbaik bagi Damar selama ini. Juga Nero yang tidak menatapnya dengan pandangan menghakimi meskipun Damar tahu jika perbuatannya sama sekali tidak bisa dibenarkan. Dan walaupun tidak ada yang menyala

