“Ada yang mau kamu jelaskan pada kami?” Meskipun wajah Violet tampak berseri, tetapi tidak dengan tiga wajah lain yang tidak menampilkan senyum sama sekali. Tante Dina, Om Surya, dan Bundanya, menatap Damar dengan serius seakan ingin mengulitinya hidup-hidup. Satu saja kesalahan menjawab, Damar tahu ia akan berakhir di UGD. Hari sudah mulai malam. Saat ini mereka masih berada di ruang rawat Muti. Gadis itu baru saja tertidur beberapa menit yang lalu setelah dokter memberikannya obat penenang. Keadaan Muti masih belum terlalu stabil. Kadang, matanya masih akan menatap kosong. Atau tiba-tiba ia akan menangis dan meminta maaf pada Dika sambil tersedu-sedu. Hati Damar sakit melihatnya, tetapi tidak ada yang bisa lakukan untuk membuat Muti tidak menangis lagi. “Ya, akhirnya Damar jujur sama

